mY GenDis N mY YuKi

mY GenDis N mY YuKi

Kamis, 26 Desember 2013

DOLAR MENGUAT DI TAHUN BARU


 Dolar melayang naik Kamis (26/12), memperluas gerakan ke atas karena ekspektasi pengurangan lebih lanjut dalam stimulus moneter AS meskipun aksi forex keseluruhan tetap terbatas dengan banyak pasar masih pada liburan.

Indeks dolar ICE DXY +0.03%, suatu ukuran unit AS terhadap enam mata uang lainnya, tercatat di 80.588, naik dari 80.507 Selasa lalu menjelang liburan Natal. Indeks Dolar WSJ XX:BUXX +0.13%, menguat ke 73.97, naik dari 73.82.

Indeks ICE menambah sekitar setengah poin sejak 18 Desember ketika Federal Reserve AS mengatakan akan memperlambat angka pembelian obligasi stimulatifnya, mulai pada bulan Januari. kepala pakar forex IronFX Marshall Gittler memprediksi banyak kenaikan untuk greenback pada tahun baru.

“Pandanganku yaitu dolar masih dalam uptrend dan kemungkinan akan rally lebih lanjut pada tahun 2014,” tulisnya Selasa, mengatakan bahwa di antara ekonomi maju hanya the Fed dan Reserve Bank of New Zealand tampak kecenderungan akan mengetatkan secara signifikan.

“Setiap bank sentral lainnya diperkirakan akan mempertahankan kebijakan stabil, paling tidak selama tahun depan dan terlebih selama 18 bulan atau lebih,” tulisnya.

Sementara itu, euro sedikit berubah dari level pra-liburan, membeli $1.3678 dibandingkan dengan $1.3677 Selasa lalu.

Euro naik kira-kira 4 sen terhadap dolar tahun ini tetapi BK Asset Management managing director Kathy Lien melihat downside untuk mata uang ini pada tahun ini ke depan, terutama jika European Central Bank memperlonggar kebijakan lebih lanjut.

“Surplus transaksi berjalan diperkirakan akan memberikan dukungan pada euro-dolar di tahun mendatang tetapi dengan pertumbuhan zona euro diperkirakan akan underwhelm dan suku bunga AS bergerak meninggi, kami mencari pergerakan turun ke $1.33 di mata uang ini dan bahkan mungkin $1.30 jika ECB menurunkan pelan-plean,” ia menulis dalam sebuah catatan pada klien.

Di antara mata uang utama lainnya, pound sedikit berubah di $1.6373, sedangkan dolar Australia turun hingga 88.78 sen AS dari 89.26 sen AS.

Yen Jepang juga melemah dengan dolar menguat hingga ¥104.78 dari ¥104.27 dengan Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda mengatakan Kamis bahwa ekonomi negara belum sepenuhnya menghapuskan deflasi, menurut Dow Jones Newswires.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar